Kali ini pembaca akan di hadapkan sebuah realita menggelikan,  ini datang dari keyakinan mitos syiah : bahwa ali bin abi thalib, hasan dan husin serta sembilan imam lainya tidak langsung memasuki surga melainkan mereka masih berada di atas dinding pembatas antara surga dan neraka :

sebelumnya agar pembaca dapat nyambung dalam memahaminya, di persilahkan untuk klik tautan di bawah ini terlebih dahulu : penulisnya adalah apep wahyudin :

http://islamitucinta.blogspot.com/2010/11/12-pemimpin-dalam-kontroversi-menyoal_5103.html

 

@: apep wahyudin menulis :

Dari Abu Dzar, dari Fathimah as, ia berkata, “Kutanyakan kepada ayahku tentang makna ayat:

وبينهما حجاب وعلى الأعراف رجال يعرفون كلا بسيماهم ونادوا أصحاب الجنة أن سلام عليكم لم يدخلوها وهم يطمعون

“Dan di antara keduanya (penghuni surga dan neraka) ada batas; dan di atas A`raaf itu ada orang-orang yang mengenal masing-masing dari dua golongan itu dengan tanda-tanda mereka. Dan mereka menyeru penduduk surga:” Salaamun `alaikum”. Mereka belum lagi memasukinya, sedang mereka ingin segera (memasukinya)” (QS. Al-A’raf: 46)

Beliau saw menjawab: “Mereka adalah para imam sepeninggalku; Ali dan kedua cucuku (Hasan dan Husein) serta sembilan orang dari Sulbi Husein, dan merekalah orang-orang (yang bertempat di) A’raf, tiada akan masuk surga kecuali orang yang mengenal mereka dan dikenal oleh mereka, tidak akan masuk neraka kecuali orang yang mengingkari mereka dan mereka pun tidak mengenalnya, Allah tidak akan dikenal kecuali lewat jalan mengenal mereka.”(Kifayat al-Atsar dan al-Manaqib (lihat juga: Muntakhab al-Atsar, hal. 72)

 

#: di sini seorang pemeluk agama syiah bernama (apep wahyudin) mengutip sebuah ayat suci al-qur’an di dalam surah al-a’raf ayat 46, untuk selanjutnya di tafsirkan melalui penafsiran ulama syiah :

 Allah berfirman :“Dan di antara keduanya (penghuni surga dan neraka) ada batas; dan di atas A`raaf itu ada orang-orang yang mengenal masing-masing dari dua golongan itu dengan tanda-tanda mereka. Dan mereka menyeru penduduk surga:” Salaamun `alaikum”. Mereka belum lagi memasukinya, sedang mereka ingin segera (memasukinya)” (QS. Al-A’raf: 46)

Allah swt mengabarkan bahwa antara syurga dan neraka itu ada pendinding, penghalang atau pembatas antara dua tempat ” surga dan neraka” dan di atas pendinding itu ada orang-orang (artinya orang-orang itu tidak berada di surga dan tidak pula berada di neraka)  melainkan dia berada di atas a’raf (dinding).

menurut saudara apep, sesuai dari penafsiran yang dia ambil dari  khozaz al-qummi salah seorang ulama syiah yang hidup di kurun ke empat dalam kitab-nya Kifayat al-Atsar . mengatakan bahwa orang-orang  yang berada di atas dinding itu adalah: Ali dan kedua cucuku (Hasan dan Husein) serta sembilan orang dari Sulbi Husein, dan merekalah orang-orang (yang bertempat di) A’raf  (di atas dinding)

maksudnya , para imam 12 syiah tidak langsung masuk ke surga , melainkan Allah swt masih menangguhkan dan mereka tempatkan di atas dinding pembatas antara surga dan neraka, tujuan-nya adalah agar semua orang yang berada di dalam surga dan yang ada di dalam neraka dapat mengenal  12 imam syiah ini.

disini anda akan berfikir,  bahwa sebelum ali bin abi thalib masuk surga, dan sebelum hasan dan husin  ra masuk surga sudah  ada  orang dari ummat muhammad  saw mendahului  mereka . sementara keadaan sayyidina ali bin abi thalib hasan dan husin beserta 9 imam lain-nya di tangguhkan dan di letakkan di atas dinding/pembatas antara surga dan neraka. teori mitos ini adalah sebuah jalan pintas yang di paksakan untuk mengakui 12 imam maksum mereka, namun ternyata malah menjatuhkan dan merendahkan kedudukan 12 imam di hadapan umat.

bukankah 12 imam syiah itu maksum..?? 

bukankah 12 imam syiah itu tak ada salah dan dosa…??

tapi ternyata mereka di tangguhkan memasuki surga dan di pajang di atas dinding ?? seharusnya 12 imam syiah ini langsung masuk surga tanpa hisab dan tanpa proses penangguhan.

seharusnya 12 imam syiah itu  membawa panji-panji kemulya’an  menuju surga  di ikuti oleh para pengikutnya, bukan malah di tangguhkan di sebuah tempat yang bukan di surga dan bukan pula di neraka layaknya jemaat kristen berada di hadapan pastor dalam pengakuan dosa.

oleh karena itu ulama syiah telah memberikan asumsi pelecehan terhadap 12 imam mereka , mereka sadari atau tidak logikanya telah melecehkan 12 imam secara hina. dan menganggap kedudukan 12 imam dalam keadaan tidak terhormat, sebab bagaimanapun juga kedudukan orang yang berada di dalam surga lebih terhormat dan lebih mulya daripada orang yang berada di tempat diluar dari surga terlebih-lebih di nereka sementara 12 imam mereka berada di tempat yang bukan di surga dan bukan pula di neraka melainkan ada di al-’araf (dinding pembatas antara surga dan neraka) sebelum akhirnya mereka di masukkan kedalam surga. 

ternyata menurut saudara apep wahyudin setelah kematian 12 imam,  mereka tidak langsung masuk kedalam surga melainkan cuma di letakkan di atas dingding/pembatas antara surga dan neraka.

subhanallah….khasya wakalla  !!

sunggguh betapa dustanya orang-orang syiah ini. betapa dungu-nya orang-orang syiah ini. betapa sesat-nya orang-orang syiah ini.

namun kedusta’an itu tetap sebuah kedusta’an dan tak akan  mampu menampilkan sebuah kebenaran, terbukti penafsiran surah al-A’raf ayat 46 di atas oleh saudara apep wahyudin yang dia kutip dari kitab  Kifayat al-Atsar karangan al-khozaz al-qummi adalah sebuah mitos yang tak akan pernah di temukan sumber kebenaran-nya. sebab bila kita buka kitab tafsir al-’ayasyi juz 1 hal 34. maka kita akan temukan sebuah kontrdiktif yang sangat menyolok. terlebih-lebih bila kita buka kitab Al-bihar,11:149 dan kitab Qishosul anbiya’ [karangan al-jazairi] 1- 42. maka saling berbenturan satu sama lain terhadap dua keterangan yang tidak mungkin dua-duanya benar.  kitab-kitab yang di sebut tadi semuanya adalah kitab-kitab syiah,

lalu kita jumpai di dalam literatur kitab syiah bahwa ali. fatimah, hasan, hesin radhiyallahu anhum adalah orang pertama yang masuk surga artinya sebelum umat manusia masuk surga ali bin abi thalib, hasan dan husin sudah terlebih dulu memasuki surga, dan hal ini sangat kontradiktif dan sangat bertentangan dari keyakinan saudara apep wahyudin: sebab saudara apep wahyudin berkeyakinan orang-orang yang berada di atas dinding pembatas antara surga dan neraka itu adalah 12 imam mereka yang belum kesampaian masuk surga, mereka masih di pajang dan tahan di dinding pembatas. al-qur’an dengan bahasanya sangat jelas mengatakan ” yang artinya : Dan di antara keduanya (penghuni surga dan neraka) ada batas; dan di atas A`raaf itu ada orang-orang yang mengenal masing-masing dari dua golongan itu dengan tanda-tanda mereka. Dan mereka menyeru penduduk surga:” Salaamun `alaikum”. Mereka belum lagi memasukinya, sedang mereka ingin segera (memasukinya)” (QS. Al-A’raf: 46) artinya orang-orang yang berada di atas A’raaf itu menyeru “salamun alaikum ” ke penduduk surga (penduduk yang sudah ada di dalam surga), dan orang-orang yang berada di atas A’raaf itu belum memasuki surga sedang mereka ingin segera memasukinya. lalu apabila orang-orang yang ada di atas A’raaf itu di yakini sebagai 12 imam syiah sebagaimana yang telah di yakini oleh saudara apep wahyudin sedangkan pendahulu dari 12 imam itu adalah sayyidina ali krw hasan dan husin ra , maka ini adalah kekonyolan dan kedunguan  dan ini menjadi dongeng mitos yang menggelikan…!!  secara tidak langsung dia telah melecehkan kedudukan 12 imam.

saya mengajak anda untuk membuka kitab di bawah ini :

1- تفسير العياشي 1:34،  البحار 11:149،  قصص الأنبياء (للجزائري): 42

silahkan di buka dan baca secara seksama , maka anda akan jumpai sesuatu yang laur biasa yang dapat mengoyakkan keyakinan dan keimanan anda. dan anda akan jumpai sebuah kontradiktif yang sangat nyata.

dalam kitab itu di sebutkan  dinyatakan  bahwa ali hasan dan husein rahdiyallahu anhum adalah orang pertama yang memasuki surga: dan sama sekali tidak di tahan di atas dinding pembatas antara surga dan neraka .

dalam sebuah hadits syiah itu di sebutkan :

hadist pertama :

“telah bercerita kapada kami sayyid azzahid abu thalib yahya bin muhammad al-juwani. katanya bercerita kepadaku sayyid abu abdillah alhusein bin ali bin ad-da’i alhasani katanya bercerita kepada kami sayyid abu ibrahim ja’far bin muhammad alhusaini katanya : telah memberi khabar kepada kami alhakim abu abdillah muhammad bin abdillah alhafidz katanya, bercerita kepadaku abu muhammad ali bin muhammad alhusaini katanya bercerita kepadaku muhammad bin musa as-syaami katanya bercerita kepada kami ubaidillah bi muhammad at-tamimi, katanya bercerita kepada kami ismail bin umar al-bajli dari ahlaj dari habib bin tsabit dari ‘ashim bin dhzumrah.”dari ali bin abi thalib as. ia berkata : telah memberi kabar kepadaku rasulullah saw : bahwasanya orang pertama yang masuk surga adalah aku, fatimah, hasan dan husein:  saya (ali bin abi tahalib) bertanya wahai rasulullah lalu bagaimana dengan orang yang mencintai kamii?? rasulullah saw menjawab mereka berada di belakang kalian”.

hadist kedua :

” telah bercerita kepada kami hasan bin ahmad al-maliki dari ayahnya dari ibrahim bin abi mahmud dari ali bin musa ar-ridha dari kakek-kakeknya dari amirul mu’minin (as) beliau berkata. rasulullah saw bersabda dalam sebuah hadist: ” wahai ali kamu adalah orang pertama yang masuk surga sedang di tanganmu adalah panjiku,  panji itu adalah panji alhamdu ia mempunyai 70 sobekan  dan setiap sobekan lebarnya lebih luas daripada matahari.anda dapat jumpai riwayat di atas di dalam itab anda (syiah)1. tafsir al-’ayasyi juz 1 hal 34. 2. al-bihar 11:149 3. qishosul anbiya’ [karangan al-jazairi] 1- 42

 

lalu siapa di sini yang paling berdusta ?? khazar al-qummi dalam kitab Kifayat al-Atsar-nya ??

atau ulama’  yang mengarang tiga kitab kontradiktif  tadi ..??

 

mari kita lihat maksud yang benar dari surah al-a’raf ayat 46 tersebut : Allah swt berfirman :

“Dan di antara keduanya (penghuni surga dan neraka) ada batas; dan di atas A`raaf itu ada orang-orang yang mengenal masing-masing dari dua golongan itu dengan tanda-tanda mereka. Dan mereka menyeru penduduk surga:” Salaamun `alaikum”. Mereka belum lagi memasukinya, sedang mereka ingin segera (memasukinya)” (QS. Al-A’raf: 46)

makna dari al-a’raf itu,  adalah : pembatas, atau pendinding, antara surga dan neraka.

lalu Allah mengabarkan bahwa di atas al-a’raf (pendinding) itu ada orang-orang.

siapakah orang-orang yang berada di atas pendindin tersebut ??   mereka adalah ” sekelompok orang dari anak cucu adam yang mempunyai keburukan dan kebaikan yang sama (imbang) . oleh itu Allah tempatkan mereka di atas a’raf sampai Allah menghakimi mereka melalui keputusan yang Allah kehendaki. kemudian Allah masukkan mereka  ke surga karena kemulya’an dari sifat rahmat Allah kepada mereka”.

dalil-nya di sebutkan di dalam tafsir at-thabari di dalam surah al-A’raaf ayat 46 :

“telah bercerita kepada kami ibnu hamid katanya, bercerita kepada kami yahya bin wadhih katanya, bercerita kepada kami yunus bin abi ishaq katanya : berkata as-syu’bi, abdul hamid bin abdurrahman mengutus kepadaku dan disisinya ada abu azzannad abdullah bin dzakwan maula qurays. mereka berdua memperbincangkan tentang penghuni al-a’raf. dengan pembincangan yang tidak semestinya. maka aku berkata kepada mereka : jika kalian berdua bersedia maka aku kabarkan tentang apa yang telah di ceritakan oleh khudzaifah.  mereka berdua menjawab. iya ceritakanlah : saya berkata : sesungguhnya khudzaifah menyebutkan tentang orang-orang yang berada di atas a’raf (dinding) itu . maka khudzaifah berkata . mereka adalah kaum karena amal baik-nya mereka dapat melewati api neraka. dan karena amal buruknya mereka di cegah  masuk ke surga, dan apabila mereka alihkan pandangan ke arah penghuni neraka, mereka berseru : wahai tuhan kami jangan jadikan kami bersama orang-orang yang dzalim itu.  saat mereka dalam keadaan seperti itu tuhanmu yang maha tinggi mengamati mereka dan ia berfirman. pergilah kalian dan masuklah kedalam surga sesunguhnya aku telah mengampuni kesalahan kalian.

 

bercerita kepadaku ya’qub bin ibrahim katanya bercerita kepada kami hasyim katanya hashin telah memberi khabar kepadak dari as-syu’bi dari khudzaifah ia di tanya tentan orang-orang yang berada di a’raf (dinding) ia menjawab : mereka adalah kaum yang kebaikan dan keburukan-nya sama (imbang) amal buruknya mencegah untuk masuk ke surga sedang amal baiknya dapat melewati api neraka, berkata khudzaifah, maka mereka di berhentikan di atas dinding tersebut sampai Allah memutuskan terhadap keadaan mereka

 

bercerita kepada kami waqi’ katanya bercerita kepada kami jarir  dan imran bin uyaynah dari hashin dari amir dari khudzaifah katanya : penghuni a’raf itu adalah kaum yang mempunyai dosa dan mempunyai kebaikan maka dosanya mencegah untk masuk ke surga sedangkan amal baiknya membuatnya selamat dari api neraka maka mereka dalam keadaan seperti itu sampai Allah memutuskan di hadapan makhluk-makhluknya sehingga terlaksana perintah Allah terhadap mereka.

bercerita kepada kami putera waqi’ katanya bercrita kepada kami ayahku. dari yunus bin abi ishaq dari amir. dari khudzaifah ia berkata : penghuni  a’raf adalah kaum yang amal baiknya dapat melintasi neraka dan amal buruknya mencegah masuk ke dalam syurga.

 

” bercerita kepada kami al-mutsanna katanya bercerita kepada kami suwaid bin nasr katanya telah memberi khabar kepada kami ibnu mubarak dari abi bakar al-hadzli katanya : berkata sa’ied bin jabir, dia pun juga bercerita  seperti itu dari ibnu mas’ud katanya. manusia akan di hisab di hari kiamat, barangsiapa yang mempunyai amal kebaikan lebih banyak dari amal keburukan-nya dengan selisih satu maka ia akan masuk surga. barang siapa yang mempunyai amal keburukan lebih banyak dengan amal baiknya dengan selisih satu maka ia masuk neraka. kemudian ia membaca firman allah swt yang artinya ” maka barang siapa berat timbangan kebaikannya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung. Dan siapa yang ringan timbangan kebaikannya, maka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, disebabkan mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami (al-a’raf 8-9) kemudian ibnu mas’ud berkata : sesungguhnya timbangan itu akan di ringankan dengan seberat biji gandum dan menjadikannya lebih berat dengan sebiji gandum itu. berkata ibu mas’ud. barang siapa yang sama timbangan-nya antara amal perbuatan baik dengan amal perbuatan buruknya  maka meraka itulah orang-orang penghuni al-a’raf. (dinding pembatas) maka meraka di berhentikan di titian (syirath) kemudian mereka mengenali penduduk surga dan penduduk neraka dan ketika ia melihat kepada penduduk surga mereka berseru salamun alaikum. lalu ketika pandangan mereka di alihkan ke sebelah kirinya  mereka melihat penduduk neraka maka mereka berseru : “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama orang-orang yang lalim itu” (al-a’raf 47) maka mereka minta kepada Allah untuk di jauhkan dari tempat penghuni neraka itu.  

(at-thabari , surah al-A’raaf ayat 46 )

sesungguhnya antara yang haq dan yang bathil akan senantiasa bergelut sampai hari kiamat sapai akhirnya Allah menenggelamkan kebathilan itu dalam kemusnahan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s