Kali ini pembaca akan di hadapkan sebuah realita menggelikan,  ini datang dari keyakinan mitos syiah : bahwa ali bin abi thalib, hasan dan husin serta sembilan imam lainya tidak langsung memasuki surga melainkan mereka masih berada di atas dinding pembatas antara surga dan neraka :

sebelumnya agar pembaca dapat nyambung dalam memahaminya, di persilahkan untuk klik tautan di bawah ini terlebih dahulu : penulisnya adalah apep wahyudin :

http://islamitucinta.blogspot.com/2010/11/12-pemimpin-dalam-kontroversi-menyoal_5103.html

 

@: apep wahyudin menulis :

Dari Abu Dzar, dari Fathimah as, ia berkata, “Kutanyakan kepada ayahku tentang makna ayat:

وبينهما حجاب وعلى الأعراف رجال يعرفون كلا بسيماهم ونادوا أصحاب الجنة أن سلام عليكم لم يدخلوها وهم يطمعون

“Dan di antara keduanya (penghuni surga dan neraka) ada batas; dan di atas A`raaf itu ada orang-orang yang mengenal masing-masing dari dua golongan itu dengan tanda-tanda mereka. Dan mereka menyeru penduduk surga:” Salaamun `alaikum”. Mereka belum lagi memasukinya, sedang mereka ingin segera (memasukinya)” (QS. Al-A’raf: 46)

Beliau saw menjawab: “Mereka adalah para imam sepeninggalku; Ali dan kedua cucuku (Hasan dan Husein) serta sembilan orang dari Sulbi Husein, dan merekalah orang-orang (yang bertempat di) A’raf, tiada akan masuk surga kecuali orang yang mengenal mereka dan dikenal oleh mereka, tidak akan masuk neraka kecuali orang yang mengingkari mereka dan mereka pun tidak mengenalnya, Allah tidak akan dikenal kecuali lewat jalan mengenal mereka.”(Kifayat al-Atsar dan al-Manaqib (lihat juga: Muntakhab al-Atsar, hal. 72)

 

#: di sini seorang pemeluk agama syiah bernama (apep wahyudin) mengutip sebuah ayat suci al-qur’an di dalam surah al-a’raf ayat 46, untuk selanjutnya di tafsirkan melalui penafsiran ulama syiah :

 Allah berfirman :“Dan di antara keduanya (penghuni surga dan neraka) ada batas; dan di atas A`raaf itu ada orang-orang yang mengenal masing-masing dari dua golongan itu dengan tanda-tanda mereka. Dan mereka menyeru penduduk surga:” Salaamun `alaikum”. Mereka belum lagi memasukinya, sedang mereka ingin segera (memasukinya)” (QS. Al-A’raf: 46)

Allah swt mengabarkan bahwa antara syurga dan neraka itu ada pendinding, penghalang atau pembatas antara dua tempat ” surga dan neraka” dan di atas pendinding itu ada orang-orang (artinya orang-orang itu tidak berada di surga dan tidak pula berada di neraka)  melainkan dia berada di atas a’raf (dinding).

menurut saudara apep, sesuai dari penafsiran yang dia ambil dari  khozaz al-qummi salah seorang ulama syiah yang hidup di kurun ke empat dalam kitab-nya Kifayat al-Atsar . mengatakan bahwa orang-orang  yang berada di atas dinding itu adalah: Ali dan kedua cucuku (Hasan dan Husein) serta sembilan orang dari Sulbi Husein, dan merekalah orang-orang (yang bertempat di) A’raf  (di atas dinding)

maksudnya , para imam 12 syiah tidak langsung masuk ke surga , melainkan Allah swt masih menangguhkan dan mereka tempatkan di atas dinding pembatas antara surga dan neraka, tujuan-nya adalah agar semua orang yang berada di dalam surga dan yang ada di dalam neraka dapat mengenal  12 imam syiah ini.

disini anda akan berfikir,  bahwa sebelum ali bin abi thalib masuk surga, dan sebelum hasan dan husin  ra masuk surga sudah  ada  orang dari ummat muhammad  saw mendahului  mereka . sementara keadaan sayyidina ali bin abi thalib hasan dan husin beserta 9 imam lain-nya di tangguhkan dan di letakkan di atas dinding/pembatas antara surga dan neraka. teori mitos ini adalah sebuah jalan pintas yang di paksakan untuk mengakui 12 imam maksum mereka, namun ternyata malah menjatuhkan dan merendahkan kedudukan 12 imam di hadapan umat.

bukankah 12 imam syiah itu maksum..?? 

bukankah 12 imam syiah itu tak ada salah dan dosa…??

tapi ternyata mereka di tangguhkan memasuki surga dan di pajang di atas dinding ?? seharusnya 12 imam syiah ini langsung masuk surga tanpa hisab dan tanpa proses penangguhan.

seharusnya 12 imam syiah itu  membawa panji-panji kemulya’an  menuju surga  di ikuti oleh para pengikutnya, bukan malah di tangguhkan di sebuah tempat yang bukan di surga dan bukan pula di neraka layaknya jemaat kristen berada di hadapan pastor dalam pengakuan dosa.

oleh karena itu ulama syiah telah memberikan asumsi pelecehan terhadap 12 imam mereka , mereka sadari atau tidak logikanya telah melecehkan 12 imam secara hina. dan menganggap kedudukan 12 imam dalam keadaan tidak terhormat, sebab bagaimanapun juga kedudukan orang yang berada di dalam surga lebih terhormat dan lebih mulya daripada orang yang berada di tempat diluar dari surga terlebih-lebih di nereka sementara 12 imam mereka berada di tempat yang bukan di surga dan bukan pula di neraka melainkan ada di al-‘araf (dinding pembatas antara surga dan neraka) sebelum akhirnya mereka di masukkan kedalam surga. 

ternyata menurut saudara apep wahyudin setelah kematian 12 imam,  mereka tidak langsung masuk kedalam surga melainkan cuma di letakkan di atas dingding/pembatas antara surga dan neraka.

subhanallah….khasya wakalla  !!

sunggguh betapa dustanya orang-orang syiah ini. betapa dungu-nya orang-orang syiah ini. betapa sesat-nya orang-orang syiah ini.

namun kedusta’an itu tetap sebuah kedusta’an dan tak akan  mampu menampilkan sebuah kebenaran, terbukti penafsiran surah al-A’raf ayat 46 di atas oleh saudara apep wahyudin yang dia kutip dari kitab  Kifayat al-Atsar karangan al-khozaz al-qummi adalah sebuah mitos yang tak akan pernah di temukan sumber kebenaran-nya. sebab bila kita buka kitab tafsir al-‘ayasyi juz 1 hal 34. maka kita akan temukan sebuah kontrdiktif yang sangat menyolok. terlebih-lebih bila kita buka kitab Al-bihar,11:149 dan kitab Qishosul anbiya’ [karangan al-jazairi] 1- 42. maka saling berbenturan satu sama lain terhadap dua keterangan yang tidak mungkin dua-duanya benar.  kitab-kitab yang di sebut tadi semuanya adalah kitab-kitab syiah,

lalu kita jumpai di dalam literatur kitab syiah bahwa ali. fatimah, hasan, hesin radhiyallahu anhum adalah orang pertama yang masuk surga artinya sebelum umat manusia masuk surga ali bin abi thalib, hasan dan husin sudah terlebih dulu memasuki surga, dan hal ini sangat kontradiktif dan sangat bertentangan dari keyakinan saudara apep wahyudin: sebab saudara apep wahyudin berkeyakinan orang-orang yang berada di atas dinding pembatas antara surga dan neraka itu adalah 12 imam mereka yang belum kesampaian masuk surga, mereka masih di pajang dan tahan di dinding pembatas. al-qur’an dengan bahasanya sangat jelas mengatakan ” yang artinya : Dan di antara keduanya (penghuni surga dan neraka) ada batas; dan di atas A`raaf itu ada orang-orang yang mengenal masing-masing dari dua golongan itu dengan tanda-tanda mereka. Dan mereka menyeru penduduk surga:” Salaamun `alaikum”. Mereka belum lagi memasukinya, sedang mereka ingin segera (memasukinya)” (QS. Al-A’raf: 46) artinya orang-orang yang berada di atas A’raaf itu menyeru “salamun alaikum ” ke penduduk surga (penduduk yang sudah ada di dalam surga), dan orang-orang yang berada di atas A’raaf itu belum memasuki surga sedang mereka ingin segera memasukinya. lalu apabila orang-orang yang ada di atas A’raaf itu di yakini sebagai 12 imam syiah sebagaimana yang telah di yakini oleh saudara apep wahyudin sedangkan pendahulu dari 12 imam itu adalah sayyidina ali krw hasan dan husin ra , maka ini adalah kekonyolan dan kedunguan  dan ini menjadi dongeng mitos yang menggelikan…!!  secara tidak langsung dia telah melecehkan kedudukan 12 imam.

saya mengajak anda untuk membuka kitab di bawah ini :

1- تفسير العياشي 1:34،  البحار 11:149،  قصص الأنبياء (للجزائري): 42

silahkan di buka dan baca secara seksama , maka anda akan jumpai sesuatu yang laur biasa yang dapat mengoyakkan keyakinan dan keimanan anda. dan anda akan jumpai sebuah kontradiktif yang sangat nyata.

dalam kitab itu di sebutkan  dinyatakan  bahwa ali hasan dan husein rahdiyallahu anhum adalah orang pertama yang memasuki surga: dan sama sekali tidak di tahan di atas dinding pembatas antara surga dan neraka .

dalam sebuah hadits syiah itu di sebutkan :

hadist pertama :

“telah bercerita kapada kami sayyid azzahid abu thalib yahya bin muhammad al-juwani. katanya bercerita kepadaku sayyid abu abdillah alhusein bin ali bin ad-da’i alhasani katanya bercerita kepada kami sayyid abu ibrahim ja’far bin muhammad alhusaini katanya : telah memberi khabar kepada kami alhakim abu abdillah muhammad bin abdillah alhafidz katanya, bercerita kepadaku abu muhammad ali bin muhammad alhusaini katanya bercerita kepadaku muhammad bin musa as-syaami katanya bercerita kepada kami ubaidillah bi muhammad at-tamimi, katanya bercerita kepada kami ismail bin umar al-bajli dari ahlaj dari habib bin tsabit dari ‘ashim bin dhzumrah.”dari ali bin abi thalib as. ia berkata : telah memberi kabar kepadaku rasulullah saw : bahwasanya orang pertama yang masuk surga adalah aku, fatimah, hasan dan husein:  saya (ali bin abi tahalib) bertanya wahai rasulullah lalu bagaimana dengan orang yang mencintai kamii?? rasulullah saw menjawab mereka berada di belakang kalian”.

hadist kedua :

” telah bercerita kepada kami hasan bin ahmad al-maliki dari ayahnya dari ibrahim bin abi mahmud dari ali bin musa ar-ridha dari kakek-kakeknya dari amirul mu’minin (as) beliau berkata. rasulullah saw bersabda dalam sebuah hadist: ” wahai ali kamu adalah orang pertama yang masuk surga sedang di tanganmu adalah panjiku,  panji itu adalah panji alhamdu ia mempunyai 70 sobekan  dan setiap sobekan lebarnya lebih luas daripada matahari.anda dapat jumpai riwayat di atas di dalam itab anda (syiah)1. tafsir al-‘ayasyi juz 1 hal 34. 2. al-bihar 11:149 3. qishosul anbiya’ [karangan al-jazairi] 1- 42

 

lalu siapa di sini yang paling berdusta ?? khazar al-qummi dalam kitab Kifayat al-Atsar-nya ??

atau ulama’  yang mengarang tiga kitab kontradiktif  tadi ..??

 

mari kita lihat maksud yang benar dari surah al-a’raf ayat 46 tersebut : Allah swt berfirman :

“Dan di antara keduanya (penghuni surga dan neraka) ada batas; dan di atas A`raaf itu ada orang-orang yang mengenal masing-masing dari dua golongan itu dengan tanda-tanda mereka. Dan mereka menyeru penduduk surga:” Salaamun `alaikum”. Mereka belum lagi memasukinya, sedang mereka ingin segera (memasukinya)” (QS. Al-A’raf: 46)

makna dari al-a’raf itu,  adalah : pembatas, atau pendinding, antara surga dan neraka.

lalu Allah mengabarkan bahwa di atas al-a’raf (pendinding) itu ada orang-orang.

siapakah orang-orang yang berada di atas pendindin tersebut ??   mereka adalah ” sekelompok orang dari anak cucu adam yang mempunyai keburukan dan kebaikan yang sama (imbang) . oleh itu Allah tempatkan mereka di atas a’raf sampai Allah menghakimi mereka melalui keputusan yang Allah kehendaki. kemudian Allah masukkan mereka  ke surga karena kemulya’an dari sifat rahmat Allah kepada mereka”.

dalil-nya di sebutkan di dalam tafsir at-thabari di dalam surah al-A’raaf ayat 46 :

“telah bercerita kepada kami ibnu hamid katanya, bercerita kepada kami yahya bin wadhih katanya, bercerita kepada kami yunus bin abi ishaq katanya : berkata as-syu’bi, abdul hamid bin abdurrahman mengutus kepadaku dan disisinya ada abu azzannad abdullah bin dzakwan maula qurays. mereka berdua memperbincangkan tentang penghuni al-a’raf. dengan pembincangan yang tidak semestinya. maka aku berkata kepada mereka : jika kalian berdua bersedia maka aku kabarkan tentang apa yang telah di ceritakan oleh khudzaifah.  mereka berdua menjawab. iya ceritakanlah : saya berkata : sesungguhnya khudzaifah menyebutkan tentang orang-orang yang berada di atas a’raf (dinding) itu . maka khudzaifah berkata . mereka adalah kaum karena amal baik-nya mereka dapat melewati api neraka. dan karena amal buruknya mereka di cegah  masuk ke surga, dan apabila mereka alihkan pandangan ke arah penghuni neraka, mereka berseru : wahai tuhan kami jangan jadikan kami bersama orang-orang yang dzalim itu.  saat mereka dalam keadaan seperti itu tuhanmu yang maha tinggi mengamati mereka dan ia berfirman. pergilah kalian dan masuklah kedalam surga sesunguhnya aku telah mengampuni kesalahan kalian.

 

bercerita kepadaku ya’qub bin ibrahim katanya bercerita kepada kami hasyim katanya hashin telah memberi khabar kepadak dari as-syu’bi dari khudzaifah ia di tanya tentan orang-orang yang berada di a’raf (dinding) ia menjawab : mereka adalah kaum yang kebaikan dan keburukan-nya sama (imbang) amal buruknya mencegah untuk masuk ke surga sedang amal baiknya dapat melewati api neraka, berkata khudzaifah, maka mereka di berhentikan di atas dinding tersebut sampai Allah memutuskan terhadap keadaan mereka

 

bercerita kepada kami waqi’ katanya bercerita kepada kami jarir  dan imran bin uyaynah dari hashin dari amir dari khudzaifah katanya : penghuni a’raf itu adalah kaum yang mempunyai dosa dan mempunyai kebaikan maka dosanya mencegah untk masuk ke surga sedangkan amal baiknya membuatnya selamat dari api neraka maka mereka dalam keadaan seperti itu sampai Allah memutuskan di hadapan makhluk-makhluknya sehingga terlaksana perintah Allah terhadap mereka.

bercerita kepada kami putera waqi’ katanya bercrita kepada kami ayahku. dari yunus bin abi ishaq dari amir. dari khudzaifah ia berkata : penghuni  a’raf adalah kaum yang amal baiknya dapat melintasi neraka dan amal buruknya mencegah masuk ke dalam syurga.

 

” bercerita kepada kami al-mutsanna katanya bercerita kepada kami suwaid bin nasr katanya telah memberi khabar kepada kami ibnu mubarak dari abi bakar al-hadzli katanya : berkata sa’ied bin jabir, dia pun juga bercerita  seperti itu dari ibnu mas’ud katanya. manusia akan di hisab di hari kiamat, barangsiapa yang mempunyai amal kebaikan lebih banyak dari amal keburukan-nya dengan selisih satu maka ia akan masuk surga. barang siapa yang mempunyai amal keburukan lebih banyak dengan amal baiknya dengan selisih satu maka ia masuk neraka. kemudian ia membaca firman allah swt yang artinya ” maka barang siapa berat timbangan kebaikannya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung. Dan siapa yang ringan timbangan kebaikannya, maka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, disebabkan mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami (al-a’raf 8-9) kemudian ibnu mas’ud berkata : sesungguhnya timbangan itu akan di ringankan dengan seberat biji gandum dan menjadikannya lebih berat dengan sebiji gandum itu. berkata ibu mas’ud. barang siapa yang sama timbangan-nya antara amal perbuatan baik dengan amal perbuatan buruknya  maka meraka itulah orang-orang penghuni al-a’raf. (dinding pembatas) maka meraka di berhentikan di titian (syirath) kemudian mereka mengenali penduduk surga dan penduduk neraka dan ketika ia melihat kepada penduduk surga mereka berseru salamun alaikum. lalu ketika pandangan mereka di alihkan ke sebelah kirinya  mereka melihat penduduk neraka maka mereka berseru : “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama orang-orang yang lalim itu” (al-a’raf 47) maka mereka minta kepada Allah untuk di jauhkan dari tempat penghuni neraka itu.  

(at-thabari , surah al-A’raaf ayat 46 )

sesungguhnya antara yang haq dan yang bathil akan senantiasa bergelut sampai hari kiamat sapai akhirnya Allah menenggelamkan kebathilan itu dalam kemusnahan

One response »

  1. Apep Wahyudin mengatakan:

    12 Imam dalam hadits-hadits Ahlu Sunnah: Siapakah Mereka?

    JUMLAH HADITS

    Tidak kurang dari 270 hadits tentang kedatangan 12 Imam atau 12 pemimpin atau 12 emir atau 12 khalifah sepeninggal Rasulullah. Jumlah yang persis 12 dan diulang-ulang itu tentu saja bukan sembarang angka yang tidak ada maknanya. Mengabaikan angka itu sama dengan mengabaikan risalah Islam yang disampaikan oleh Rasulullah. Rasulullah telah mewanti-wanti kita bahwa jumlah mereka yang 12 itu akan memimpin umat Islam sampai akhir zaman. Beberapa dari hadits-hadits tersebut ialah sebagai berikut:
    1. Shahih al-Bukhari, vol. 4, halaman 168

    Jabir berkata, “Aku mendengar Rasulullah saw bersabda, ‘Akan ada 12 pemimpin dan khalifah.’ Kemudian beliau menambahkan sesuatu yang tidak bisa kudengar. Ayahku berkata bahwa Rasulullah saw bersabda, ‘Semuanya dari golongan Qurays’”

    (Lihat Kitab al-Ahkam, Mesir 1351, no. 6682; lihat juga Shahih Muslim, Kitab al-‘Imarah, no. 3393, 3394, 3395, 3396, dan 3397; juga Sunan at-Turmudzi, Kitab al-Fitan, no. 2149; juga Sunan Abi Dawud, Kitab al-Mahdi, no 3731 dan 3732; juga Musnad Ahmad, Musnad al-Basyiryin, no. 19875, 19901, 19920, 19963, 20017, 20019, 20032, dan 20125)

    2. Shahih Muslim, vol. 6, halaman 4 (Syarh Nawawi)

    Rasulullah saw telah bersabda, “Agama ini akan tetap berdiri sampai 12 khalifah, yang semuanya dari golongan Qurays, memerintah atas kamu.”

    (Lihat Kitab al-Imarah, no. 3398)

    3. Shahih Muslim, vol. 6, halaman 3

    Jabir meriwayatkan, “Aku dan ayahku pergi menemui Rasulullah saw. Kami mendengarnya bersabda, ‘Persoalan ini (khilafah) tidak akan berakhir sampai datang 12 khalifah.’ Kemudian beliau menambahkan sesuatu yang tidak kudengar. Aku menanyakan pada ayahku apa yang Rasulullah saw sabdakan. Beliau saw bersabda, ‘Semuanya dari golongan Qurays’”

    (Lihat Kitab al-Imarah, no. 3398, Mesir 1334)

    4. Shahih Muslim, vol. 6, halaman 3

    Jabir meriwayatkan bahwa ia mendengar Rasulullah saw yang agung bersabda, “Islam akan selalu besar hingga datang 12 Imam.” (Jabir berkata), “Kemudian beliau mengatakan sesuatu yang tidak kumengerti. Aku bertanya pada ayahku, ‘Apa yang beliau katakana?’ Ia menjawab, ‘Semuanya dari golongan Qurays.’”

    (Lihat Kitab al-Imarah, no. 3398)

    5. Shahih at-Tirmidzi, vol. 2, halaman 45

    Jabir berkata, “Rasulullah saw bersabda, ‘Akan ada 12 Imam dan pemimpin setelahku.’ Kemudian beliau mengatakan sesuatu yang tidak dapat kumengerti. Aku menanyakan pada seseorang di sampingku tentang itu. Ia berkata, ‘Semuanya dari golongan Qurays.’”

    (Lihat cetakan New Delhi (tahun 1342), no. 2149. Tirmidzi menulis tentang hadits ini, “Hadits ini baik dan shahih, diriwayatkan oleh Jabir dari jalur sanad yang berbeda. Hal yang sama dikutip dari Jabir dalam ‘Shahih Abi Daud’, vol. 2, cet. Matba’a Taziyah, Mesir. Kitab al-Manaqib halaman 207 no. 3731)

    6. Musnad Ahmad, vol. 5, hal. 106

    Rasulullah bersabda, “Terdapat dua belas khalifah untuk umat ini”

    Catatan: Ahmad bin Hanbal dalam kitab Musnad mengutip hadits tentang persoalan ini dalam tiga puluh empat rantai hadits yang berlainan dari Jabir.

    (Lihat: Matba’a Miymaniyyah, Mesir 1313, Musnad al-Basriyyin, no. 19944)

    7. Shahih Abu Daud, vol. 2, hal. 309

    “Agama ini akan tetap agung sampai datang dua belas Imam.” Mendengar hal ini, orang-orang mengagunkan Allah dengan berkata, “Allahu Akbar” (Allah maha besar) dan menangis keras. Kemudian beliau mengatakan sesuatu dengan suara yang pelan. “Aku bertanya pada ayahku, ‘Apa yang beliau katakan?’ ‘Mereka semua dari golongan Qurays,’ jawabnya.”

    Catatan: Hakim Naysaburi meriwayatkan hadits ini dengan sanad yang berbeda dari yang sebelumnya disebutkan.

    (Lihat: Edisi pertama dari ‘Dar- Al-Fikr, 1334)

    APA KATA AHLU SUNNAH MENGENAI HADITS-HADITS TENTANG 12 IMAM YANG ADA DI DALAM KITAB MEREKA?

    Para ulama Ahlussunnah memiliki pendapat yang beraneka-ragam mengenai hal ini. Mereka sama sekali tidak bisa menolak keberadaan dan kesahihan dari hadits-hadits tersebut karena saking banyak jumlahnya dan saking sahih sanad yang dilalui oleh hadits-hadits itu. Mau tidak mau mereka juga mencoba untuk menyusun daftar para pemimpin atau khalifah atau amir atau imam yang menurut mereka cocok dengan risalah Nabi itu. Berikut nama ulama Ahlussunnah dan daftar-daftar yang telah mereka buat:

    Menurut Ibnu Katsir:

    “Mereka adalah keempat khalifah awal, lalu Umar ibn Abdul Aziz, dan sebagian khalifah dari dinasti Abbasiyah, di mana Imam Mahdi yang dijanjikan berasal dari mereka. Menurut Ibnu Katsir Imam Mahdi bukan berasal dari Bani Hasyim melainkan Bani Umayyah.”

    Menurut Qadhi Damaskus:

    “Mereka adalah Khulafa’ Rasyidin, Muawiyah, Yazid ibn Muawiyah, Abdul Malik ibn Marwan dan keempat anaknya (Walid, Sulaiman, Yazid dan Hisyam), dan diakhiri oleh Umar ibn Abdul Aziz. Di sini tidak ada Imam Mahdi yang dijanjikan.”

    Menurut Waliyyullah:

    seorang Ahli Hadis dalam kitab Qurratul ‘Ainain, sebagaimana dinukil dalam kitab ‘Aunul Ma’bud: “Mereka adalah empat khalifah pertama muslimin, Abdul Malik ibn Marwan dan keempat anaknya, Umar ibn Abdul Aziz, Walid ibn Yazid ibn Abdul Malik. Kemudian Waliyyullah menukil dari Malik ibn Anas seraya memasukkan Abdullah ibn Zubair ke dalam dua belas orang tersebut, akan tetapi dia menolak perkataan Malik dengan dalil riwayat dari Umar dan Ustman dari Rasulullah saw. yang menunjukkan bahwa pemerintahan yang dipimpin oleh Abdullah ibn Zubair adalah sebuah bencana dari sederet malapetaka yang diderita umat Islam. Ia juga menolak dimasukkannya Yazid dan menegaskan, bahwa dia adalah sosok yang berperilaku bejat.”

    Menurut Ibnu Qayim Jauzi:

    “Sedangkan jumlah khalifah itu dua belas orang; sekelompok orang yang di antaranya; Abu Hatim, Ibnu Hibban dan yang lain mengatakan bahwa yang terakhir dari mereka adalah Umar ibn Abdul Aziz. Mereka menyebut khalifah empat pertama, Muawiyah, Yazid ibn Muawiyah, Muawiyah ibn Yazid, Marwan ibn Hakam, Abdul Malik ibn Marwan, Walid ibn Abdul Malik, Sulaiman ibn Abdul Malik, dan khalifah yang kedua belas Umar ibn Abdul Aziz. Khalifah yang terakhir ini wafat pada tahun seratus Hijriyah; di abad pertama dan paling awal dari abad-abad kalender Hijriah manapun, pada abad inilah agama berada di puncak kejayaan sebelum terjadi apa yang telah terjadi”.

    Menurut Nurbasyti:

    ”Cara terbaik memaknai hadis ini adalah menerapkan maknanya pada mereka yang adil, karena pada dasarnya merekalah yang berhak menyandang gelar sebagai khalifah, dan tidak mesti mereka memegang kekuasaan, karena yang dimaksud dari hadis adalah makna metaforis saja. Begitulah yang disebutkan di dalam Al-Mirqat”.

    Dan menurut Maqrizi:

    Jumlah dua belas imam adalah khalifah empat pertama dan Hasan cucunda Nabi saw. Ia mengatakan: “Dan padanya (Imam Hasan a.s.), masa khalifah rasyidin pun berakhir”. Maqrizi tidak memasukkan satu pun dari penguasa dinasti Umawiyah. Masih menurut penjelasannya, khilafah setelah Imam Hasan a.s. telah menjadi sistem kerajaan yang di dalamnya telah terjadi kekerasan dan kejahatan. Lebih lanjut, ia juga tidak memasukkan satu penguasa pun dari dinasti Abbasiyah, karena pemerintahan mereka telah memecah belah kalimat umat dan persatuan Islam, dan membersihkan kantor-kantor administrasi dari orang Arab lalu merekrut bangsa Turki. Yaitu, pertama-tama bangsa Dailam memimpin, lalu disusul bangsa Turki yang akhirnya menjadi sebuah bangsa yang begitu besar. Maka, terpecahlah kerajaan besar itu kepada berbagai bagian, dan setiap penguasa suatu kawasan mencaplok dan menguasainya dengan kekerasan dan kebrutalan.”

    Dengan demikian, tampak jelas bagaimana kebingungan madrasah Khulafa’ (Ahli Sunnah) dalam menafsirkan hadis tersebut; mereka tidak sanggup keluar dari keadaan ini selagi berpegang pada tafsir futuralistik itu.

    Dalam kitab Al-Hawi lil Fatawa, As-Suyuthi mengatakan:

    ”Sampai sekarang, belum ada kesepakatan dari umat Islam mengenai setiap pribadi dua belas imam.”

    Dengan itu maka, saudara-saudara kita dari golongan Ahlussunnah telah tersandera oleh ketidak-pastian tentang siapakah yang akan dirujuk dan dijadikan anutan untuk mendapatkan bimbingan dan pertolongan mengingat manusia itu memerlukan petunjuk Tuhan agar hidupnya senantiasa berjalan di atas kebenaran menuju kebahagiaan yang memang telah dijanjikan Tuhan.

    Kaum Ahlussunnah akan senantiasa bertikai memperebutkan hak kepemimpinan karena mereka satu sama lain akan berlainan pendapat mengenai siapakah yang harus mereka ikut hingga akhir zaman. Kasus Ahmadiyyah adalah salah satu contoh klasik dimana ada kelompok yang tidak setuju dengan penafsiran siapakah yang disebut dengan IMAM MAHDI itu? Kaum Ahmadiyyah telah menentukan IMAM MAHDINYA sementara kelompok yang berseberangan memiliki IMAM MAHDI sendiri yang sampai saat ini masih mereka cari atau mungkin sebagian besar dari mereka tidak peduli.

    Padahal hadits-hadits tentang 12 Imam yang ditutup oleh Imam Mahdi itu sangat shahih dan tak bisa dibantah keberadaannya. Mana mungkin mereka mendapatkan petunjuk kalau mereka tidak atau belum menentukan siapakah imam-imamnya secara pasti. Padahal mengenali Imam zamannya dan mengikuti bimbingan dan petunjuknya serta patuh dan taat padanya adalah bagian penting dari risalah suci ini. Rasulullah telah tiada meninggalkan kita, dan beliau mewariskan 12 pemimpin itu untuk kita ikuti bersama. Melupakan hadits-hadits suci itu sama saja dengan mengkhianati Nabi. Mengkhianati Nabi sama saja dengan keluar dari Islam dan hidup sebagai orang murtad. Pantas saja Nabi mewanti-wanti agar kita mengenali Imam kita. Lihatlah hadits-hadits berikut ini.

    BAGAIMANA KATA HADITS TENTANG KEWAJIBAN MENGIKUTI PEMIMPIN?

    Berikut akan saya paparkan beberapa hadits tentang kewajiban untuk memiliki, mengikuti dan mentaatipemimpin atauimam.

    1. “Barangsiapa mati tanpa imam, maka ia mati dalam keadaan jahiliyah”

    (lihat Majma’ az-Zawa’id, jilid 5, halaman 218; lihat juga Abu Dawud, Musnad, halaman 259 dari jalur ‘Abdullah bin Umar dan ditambahkan: “Dan barangsiapa menolak untuk taat, maka pada hari kiamat ia tidak punya hujjah, pembelaan”)

    2. “Barangsiapa mati tanpa berbai’at maka ia meninggal dalam keadaan jahiliyah”

    (lihat Shahih Muslim, jilid 6, halaman 22; lihat juga Baihaqi, Sunan, jilid 8, halaman 156; kemudian Ibnu Katsir dalamTafsir, jilid 1, halaman 517; Al-Haitsami dalam Al-Majma’, jilid 5, hal. 218)

    3. “Barangsiapa meninggal dan tiada ketaatan (kepada imam), maka ia telah meninggal dalam keadaan jahiliyah”

    (lihat Imam Ahmad dalam Musnad, jilid 3, hal. 446; Haitsami dalam al-Majma’, jilid 5, hal. 223)

    4. “Barangsiapa meninggal dan tidak mengetahui imam zamannya, maka ia meninggal dalam keadaan jahiliyah”

    (lihat Al-Taftazani, Syarh al-Maqashid, jilid 2, hal. 275. Ia mengeluarkan hadits ini dalam hubungan ayat (QS. An-Nisaa: 59) yang saya kutipkan di atas. Syaikh ‘Ali al-Qari, Al-Marqat fi Khatimah al-Jawahir al-Madhiyah, jilid 2, hal. 509, dan pada hal. 457 tatkala mengutip Shahih Muslim yang berbunyi: “Barangsiapa meninggal dan tidak mengetahui imam zamannya, maka ia meninggal dalam keadaan jahiliyah”, ia menambahkan bahwa arti hadits tersebut adalah: “seseorang yang tidak mengetahui bahwa ia wajib mengikuti tuntunan imam pada zamannya.

    SEMOGA KITA TIDAK DIGOLONGKAN MENJADI UMAT YANG KEHILANGAN PEGANGAN KARENA TIDAK MENGENALI IMAM ZAMANNYA. AMIN.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s